Global Change in Education
Memahami perubahan pendidikan global dan implikasinya terhadap sekolah Islam.
Bilingual bukan sekadar English Day atau menambah jam Bahasa Inggris. Pelajari cara merancang Sekolah Islam Bilingual yang kuat secara nilai, terarah secara sistem, dan siap menghadapi kebutuhan global.

Kesalahan paling umum adalah memulai dari aktivitas bahasa, padahal yang dibutuhkan adalah desain sekolah yang menyatukan visi, kurikulum, guru, budaya, asesmen, dan arah pengembangan.
Program yang sehat dibangun bertahap dan realistis, tanpa harus mengorbankan tahfizh, diniyah, karakter, atau program unggulan sekolah.
Visi ada, tetapi belum menjadi roadmap bilingual yang operasional.
Model bilingual perlu disesuaikan dengan tujuan, jenjang, kesiapan guru, dan konteks sekolah.
Kapasitas guru dapat dikembangkan secara bertahap; sekolah tidak harus mengganti semua guru.
Tahfizh, diniyah, adab, dan karakter justru perlu menjadi fondasi program.
Aktivitas sudah ada, tetapi belum memiliki struktur, indikator, dan arah peningkatan yang jelas.
Sekolah membutuhkan pathway yang realistis sebelum menuju kolaborasi pendidikan internasional.
Bahasa Inggris bukan tujuan akhir. Ia menjadi bagian dari pengalaman belajar untuk membentuk siswa yang mampu belajar, berpikir, berkomunikasi, dan berkolaborasi dalam lingkungan global—tetap dengan akar nilai Islam.
Tidak berhenti pada teori bahasa. Peserta diajak memahami perubahan global, desain kurikulum, model SIB, praktik lapangan, hingga strategi implementasi.
Memahami perubahan pendidikan global dan implikasinya terhadap sekolah Islam.
Merancang kurikulum yang kuat nilai keislamannya namun memiliki perspektif global.
Membangun konsep SIB: Islamic + Bilingual + Academic + Character + Global.
Belajar dari praktik, strategi, tantangan, dan lesson learned yang dapat diadaptasi.
Strategi praktis untuk sekolah yang baru memulai maupun yang ingin naik level.
Memahami perubahan pendidikan global dan implikasinya terhadap sekolah Islam.
Merancang kurikulum yang kuat nilai keislamannya namun memiliki perspektif global.
Membangun konsep SIB: Islamic + Bilingual + Academic + Character + Global.
Belajar dari praktik, strategi, tantangan, dan lesson learned yang dapat diadaptasi.
Strategi praktis untuk sekolah yang baru memulai maupun yang ingin naik level.
Memahami posisi awal dan kesiapan sekolah.
Membangun kompetensi, program, dan fondasi kurikulum.
Menyatukan bahasa, pembelajaran, budaya, dan nilai.
Memperkuat mutu, konsistensi, dan evaluasi program.
Mempersiapkan jejaring dan pengalaman belajar global.
Berikut adalah rangka tema pembelajaran berdasarkan materi utama workshop. Pembagian sesi dan jam detail mengikuti rundown resmi dari panitia.
Global Change in Education, reframing bilingual education, serta Islamic Roots & Global Competence.
Islamic Education Curriculum for Global Needs, model Sekolah Islam Bilingual, teacher development, culture, learning environment, dan assessment.
Best practices, strategi memulai atau melanjutkan bilingual program, serta arah pengembangan sekolah setelah workshop.
Catatan: urutan dan pembagian sesi detail dapat menyesuaikan rundown resmi kegiatan.
Dapatkan perspektif strategis, pengalaman lapangan, dan kerangka pengembangan yang dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah.
Praktisi, konsultan, dan trainer pengembangan sekolah bilingual dengan pengalaman mendampingi lembaga dari jenjang TK hingga perguruan tinggi, termasuk pengembangan jejaring dan program sekolah.
Membawa perspektif transformasi sekolah Islam menuju desain pendidikan yang tetap berakar pada nilai, sekaligus relevan dengan kebutuhan global dan masa depan.
Hanri Basel, M.Pd.Bilingual Consultant • 20+ Tahun Pengalaman
Praktisi, konsultan, dan trainer pengembangan sekolah bilingual dengan pengalaman mendampingi lembaga dari jenjang TK hingga perguruan tinggi.
Sapto Sugiharto, M.Pd.Islamic School Global Transformation Coach
Membawa perspektif transformasi sekolah Islam menuju desain pendidikan yang tetap berakar pada nilai, sekaligus relevan dengan kebutuhan global dan masa depan.
Fokus workshop adalah desain Sekolah Islam Bilingual: kurikulum, pembelajaran, guru, budaya, dan pengembangan sekolah.
Sekolah tidak harus mengubah semuanya sekaligus. Pengembangan dapat disesuaikan dengan kesiapan dan kemampuan sekolah.
Identitas Islam bukan penghambat globalisasi; justru menjadi fondasi bagi global competence dan future readiness.
Bukan hanya workshop, tetapi paket belajar intensif yang sudah mencakup akomodasi, sesi mendalam, dan materi implementasi.
Buku ini menjadi materi pendamping untuk membantu tim sekolah meninjau kembali langkah strategis pembangunan sekolah bilingual setelah workshop selesai.
Gunakan kanal resmi PI EDU untuk pendaftaran sekaligus mendapatkan informasi terkait kuota, pembayaran, dan bonus buku.
25–27 September 2026 • Days Hotel & Suite – Jakarta Airport • Investasi Rp3.000.000. Kuota terbatas dan bonus buku hanya untuk 20 pendaftar pertama.
Tidak. Workshop relevan untuk sekolah yang baru akan memulai maupun sekolah yang sudah menjalankan program bilingual dan ingin mengevaluasi, memperbaiki, serta naik level.
Tidak harus dilakukan sekaligus. Workshop membahas pendekatan pengembangan kapasitas guru secara bertahap, sesuai kondisi dan kesiapan sekolah.
Tidak selalu. Model bilingual perlu dirancang sesuai tujuan, jenjang, kompetensi guru, kesiapan siswa, dan karakter program sekolah.
Tidak seharusnya. Prinsip utamanya adalah integrate, not eliminate—nilai dan identitas Islam justru menjadi fondasi program.
Bisa. Pengembangan dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan realistis sesuai prioritas serta kemampuan sekolah.
Tidak. Workshop membantu memahami pathway dan kesiapan menuju jejaring atau kerja sama pendidikan internasional. Setiap institusi memiliki standar dan prosesnya masing-masing.